oleh

FISIP Unmul Perkuat Budaya Pelayanan Publik: “Melayani dengan Hati, Membangun dengan Nilai”

Samarinda, 24 Oktober 2025 — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman terus berupaya memperkuat budaya pelayanan publik di lingkungan kampus. Melalui kegiatan Sosialisasi Nilai dan Budaya Pelayanan Unggul bertema “Melayani dengan Hati, Membangun dengan Nilai — Demi FISIP Unmul yang Unggul, Humanis, dan Berdaya”, jajaran tenaga kependidikan (tendik) diajak memperbarui semangat pengabdian dan profesionalisme mereka.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Lantai 2 FISIP Unmul pada Jumat (24/10) itu dihadiri seluruh tenaga kependidikan dan dibuka langsung oleh Dekan FISIP Unmul, Dr. Finnah Fourqoniah, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, Finnah menyampaikan rasa syukur dan haru atas dedikasi para tendik yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di lingkungan fakultas.

Baca Juga  Modal Lebih Dari Cukup, Presiden KAI: 3 Kunci Prabowo Gibran Menang Satu Putaran Pilpres 2024

“Setelah melalui proses panjang, akhirnya bapak-ibu bisa sampai di titik ini. Banyak di antara kita yang sudah belasan tahun mengabdi di FISIP, dan kini sebagian besar telah diterima sebagai P3K. Itu adalah hasil perjuangan panjang yang patut disyukuri,” ujarnya.

Finnah juga menyinggung tantangan yang dihadapi fakultas dalam mempertahankan kesejahteraan pegawai di tengah keterbatasan anggaran. Ia menegaskan, pihak fakultas berkomitmen agar hak-hak tenaga kependidikan tetap terpenuhi.

“Anggaran kami sempat turun dari Rp10 miliar menjadi hanya beberapa miliar. Tapi kami tetap berjuang agar bapak-ibu menerima hak gaji, tunjangan, dan kesejahteraan secara layak. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk terus upgrade diri dan menghadirkan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Baca Juga  Sekretaris PWI Papua Barat Dikeroyok dan Dirampok Saat Liputan di Pasar Wosi Manokwari

Sesi materi diisi oleh Ketua DPD Ikatan Penata Personalia Indonesia (IPPRISIA) Kaltim, Marliana Wahyuningrum, yang juga tenaga pendidik FISIP Unmul sejak 1999. Ia mengingatkan bahwa pelayanan bukan sekadar tugas administratif, melainkan wujud empati dan panggilan hati.

“Siapa yang melayani di kampus kita? Dosen? Tendik? Mahasiswa? Jawabannya: semua. Melayani tidak harus menjadi besar, tapi perlu dilakukan dengan hati yang besar,” ungkap Marliana.
Menurutnya, pelayanan unggul tumbuh dari integritas, empati, komunikasi positif, ketepatan, dan kepedulian. “Pelayanan yang baik bukan hanya tentang apa yang kita sampaikan, tapi bagaimana kita membuat orang lain merasa. Dari hati yang tulus lahir budaya kerja yang berkelas,” tambahnya.

Baca Juga  Polri Ingatkan Masyarakat Terkait Rekayasa Lalu Lintas yang Berlaku Selama Masa Mudik Lebaran 2023

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan role play interaktif yang diikuti penuh antusias oleh peserta.
Bagi FISIP Unmul, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata menumbuhkan kesadaran bahwa pelayanan terbaik selalu dimulai dari hati—dari niat tulus menjadikan kampus sebagai ruang yang humanis, bermartabat, dan berdaya bagi semua. (nkh)

News Feed